PERATURAN TENTANG STUDY KELAYAKAN TAMBANG


  1. Pendahuluan
Studi kelayakan tambang merupakan kegiatan untuk menghitung dan mempertimbangkan suatu endapan bahan galian ditambang dan atau diusahakan secara menguntungkan. Sebelum kegiatan perencanaan dan perancangan tambang diperlukan kegiatan study kelayakan yang menyajikan beberapan informasi.
Studi kelayakan selain merupakan salah satu kewajiban normatif yang harus dipenuhi dan prasyarat untuk memperoleh IUP Operasi Produksi. Sesungguhnya apabila dipahami secara benar, studi kelayakan merupakan dokumen penting yang berguna bagi berbagai pihak, khususnya bagi pelaku usaha, pemerintah, dan investor atau perbankan.
Dengan demikian, dokumen studi kelayakan bukan hanya seonggok tumpukan kertas yang di dalamnya memuat konsep, perhitungan angka-angka dan gambar-gambar semata, tetapi merupakan dokumen yang sangat berguna bagi manajemen dalam mengambil keputusan strategik apakah rencana tambang tersebut layak untuk dilanjutkan atau tidak.
Hal lain yang harus dipahami adalah, studi kelayakan bukan hanya mengkaji secara teknis, atau membuat prediksi/ proyeksi ekonomis, juga mengkaji aspek nonteknis lainnya, seperti aspek sosial, budaya, hukum, dan lingkungan. Studi kelayakan selain berguna dalam mengambil keputusan jadi atau tidaknya rencana usaha penambangan itu dijalankan, juga berguna pada saat kegiatan itu jadi dilaksanakan, yaitu:
a)      Dokumen studi kelayakan berfungsi sebagai acuan pelaksanaan kegiatan, baik acuan kerja di lapangan, maupun acuan bagi staf manajemen di dalam kantor;
b)      Berfungsi sebagai alat kontrol dan pengendalian berjalannya pekerjaan;
c)      Sebagai landasan evaluasi kegiatan dalam mengukur prestasi pekerjaan, sehingga apabila ditemukan kendala teknis ataupun nonteknis, dapat segera ditanggulangi atau dicarikan jalan keluarnya;
d)     Bagi pemerintah, dokumen studi kelayakan, merupakan pedoman dalam melakukan pengawasan, baik yang menyangkut kontrol realisasi produksi, kontrol keselamatan dan kesehatan kerja, kontrol pengendalian aspek lingkungan, dan lain-lain.
1)   Pendahuluan, ringkasan, pengertian-pengertian
2)   Umum : lokasi, iklim, topografi sejarah, kepemilikan, status lahan, transportasi,dll
3)   Permasalahan lingkungan : kondisi kini, baku, permasalahan yang perlu dilindungi, reklamasi lahan, study khusus, perizinan.
4)   Faktor geologi : keberadaan endapan, genesa, struktur, mineralogy dan petrografi.
5)   Cadangan bahan galian : prosedur eksplorasi, penemuan bahan galian, perhitungan jumlah cadangan, dan kadar rata-rata.
6)   Perencanaan tambang : development, dan eksploitasi
7)   Pengolahan : fasilitas ditempat yang diperlukan
8)   Bangunan dipermukaan : lokasi dan perencanaan konstruksi
9)   Fasilitas pendukung : listrik, pengadaan air, jalan masuk, lokasi tanah buangan, perumahan, dll
10)    Karyawan : tenaga kerja dan staff
11)    Pemasaran : survey ekonomi terhadap permintaan dan penawaran, harga kontrak jangka panjang, lahan pengganti, dll
12)    Biaya : perkiraan biaya development dan biaya eksploitasi baik langsung tidak langsung dan biaya keseluruhan, biaya pengolahan, transportasi, peleburan, dll
13)    Evaluasi ekonomi : evaluasi cadangan, klarifikasi cadangan dan sumber daya alam
14)    Proyeksi keuntungan : perhitungan keuntungan minimal (margin) yang didasarkan pada kisaran COG dan harga
Tahap perencanaan tambang yaitu :
1)        Pengumpulan data, pengolahan data utama dan penunjang
2)        Perencanaan tambang
3)        Perencanaan penunjang tambang
4)        Tolak ukur teknikal yaitu :
a)      Penyebaran geologi (stratigrafi, struktur, dll)
b)      Mutu bahan galian (sebaran kadar, kadar yang ditambang, COG, pencampuran)
c)      Pembatas geoteknik/geomekanik (kuat tekan, kuat geser, kuat tarik)
d)     Pembatas hidrologi, geohidrologi (air tanah, permeabilitas)
e)      Pembatas topografi (keterjalan lereng bukit)
f)       Pembatas geometri endapan (ketebalan, kedalaman, jarak dan tata ruang)
g)      Pembatas cara penambangan dan peralatan yang digunakan
h)      Manajemen (proyek, perencanaan, operasi)
i)        Teknologi penambangan, pengolahan, dan pemanfaatan
Tolak ukur tata lingkungan :
a)    Keadaan awal
b)   Keadaan selama penambangan
c)    Keadaan pasca penambangan
d)   Multiflier effect dari proyek
e)    Nilai tambah
f)    Manajemen lingkungan
Tolak ukur keekonomian :
a)    Nilai aset yang dimiliki
b)   Tersedianya pasar (jarak,/lokasi, skala operasi, jumlah, spesifikasi mutu, harga, kurun waktu kontrak, pesaing, dll
c)    Titik pulang pokok
d)   Harga produk
e)    Biaya operasi
f)    Biaya investasi
g)   Penyiapan dana investasi
h)   Badan usaha dan pengurusan
i)     Laba dan kemampulabaan
j)     Resiko dan ketidakpastian
Rancangan tolak ukur ultimate (penggalian, penimbunan) :
a)      Lokasi,
b)      Geometri ultimate (batas penggalian, batas penimbunan, bentuk)
c)      Urutan penambangan/penimbunan
d)     Rencana produksi keseluruhan (jumlah, mutu, nisbah kupas, jadwal, umur tambang)
e)      Rencana bagan alir
f)       Rencana tata letak
g)      Rencana interior tambang
h)      Rencana alat
i)        Rencana jalan angkut
j)        Rencana penirisan
Rancangan Tambang Sektoral :
a)      Geometri tambang sektoral/tiap blok 5 tahunan (batas, bentuk, dll)
b)      Cadangan tertambang sektoral
c)      Urutan penggalian/penimbunan sektoral
d)     Rencana produksi (jumlah, mutu, nisbah kupas, jadwal)
Rencana Investasi :
a)    Telaah kelayakan secara tekno-enviro-ekonomi (kelayakan usaha dari tambang tersebut)
b)   Mencari sumber dana investasi
·         Modal sendiri
·         Modal pinjaman
·         Bank, dalam perbankan dikenal istilah 3R dan 5C dalam pemberian pinjaman kredit
Ø  Return (bunga pinjaman)
Ø  Repayment capacity (kemampuan pengembalian)
Ø   Risk bearing ability (faktor resiko)
Ø  Character, capacity, capital, collateral, dan condition (5C)
·      Pasar modal
Rencana Pemasaran :
a)      Jumlah, berkaitan dengan : kemampuan produksi dari tambang, kemampuan pengangkutan dari prasarana angkutan ke pelabuhan
b)      Mutu, berkaitan dengan : konsumen/jenis pemanfaatan seperti semen, PLTU, teknologi yang sanggup mengubah produk yang dihasilkan, produk tunggal, produk olahan, dll.
c)       Jangka waktu, meliputi : kontrak jangka panjang (5 - 10 tahun), kontrak jangka menengah (2 - 4 tahun) dan kontrak jangka pendek (6 - 12 bulan)
d)     Lokasi, berkaitan dengan : jarak, cara mengangkut dan sebaran, biaya angkutan
e)      Harga, meliputi : harga promosi, harga bersaing, harga jangka panjang, jangka pendek, harga berkaitan dengan laba, jadi harga harus lebih besar daripada biaya (biaya investasi + biaya operasi)
f)       Pesaing dan kebersaingan
g)      Peraturan yang berlaku

  1. Peraturan mengenai studi kelayakan tambang
Studi kelayakan tambang diatur dalam:
a)      PERATURAN PEMERINTAH  REPUBLIK INDONESIA NOMOR  59 TAHUN  2007 TENTANG KEGIATAN USAHA  PANAS BUMI Bagian Keempat Pasal 15 Ayat 1 sampai 4
1)      Pemegang IUP dapat melakukan Studi Kelayakan setelah menyelesaikan Eksplorasi dan menyampaikan laporan Eksplorasi rinci kepada Menteri, gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.
2)      Dalam hal Eksplorasi dilakukan oleh Menteri, Badan Usaha dapat langsung melakukan studi kelayakan setelah mendapatkan IUP.
3)      Badan Usaha wajib melakukan Studi Kelayakan sesuai dengan kaidah teknik pertambangan yang baik dan benar serta standar Studi Kelayakan Panas Bumi.
4)      Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi studi:
a)     penentuan cadangan layak tambang di seluruh Wilayah Kerja;
b)    penerapan teknologi yang tepat untuk Eksploitasi dan penangkapan uap dari sumur produksi;
c)     lokasi sumur produksi;
d)    rancangan sumur produksi dan injeksi;
e)     rancangan pemipaan sumur produksi;
f)     perencanaan kapasitas produksi jangka pendek dan jangka panjang;
g)    sistim pembangkit tenaga listrik dan/atau sistim pemanfaatan langsung;
h)    upaya konservasi dan kesinambungan sumber daya Panas Bumi;
i)rencana keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan lingkungan dan teknis pertambangan Panas Bumi; dan
j)rencana pasca tambang sementara.

b)      PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR   TAHUN 2010 TENTANG  PEDOMAN PERIZINAN KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERAL   BUKAN LOGAM DAN BATUAN Paragraf 3 Pasal 40 sampai Pasal 43

Pasal 40
1)      Paling lambat pada akhir masa tahap eksplorasi, atau pada setiap saat, pemegang IUP  Eksplorasi dapat melakukan  tahapan kegiatan  studi kelayakan pada sebagian atau seluruh WIUP  nya setelah menyampaikan dan disetujuinya laporan eksplorasi lengkap,  laporan RKAB dan RKTTL tahap studi kelayakan oleh pemberi izin. 
2)      RKAB  dan RKTTL  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  disusun sesuai peraturan perundang-undangan, antara lain memuat :
a.  Kegiatan yang eksplorasi yang telah dilakukan dan hasil eksplorasi yang diperoleh.
b.  Realisasi pengeluaran biaya yang telah dikeluarkan.
c.  Rencana kegiatan pada studi kelayakan, meliputi eksplorasi detail
untuk meningkatkan status sumberdaya dan cadangan, studi geoteknik, geohidrologi, sampling, analisa contoh, pemboran detail, evaluasi sumberdaya dan cadangan, pengambilan contoh ruah, studi dan atau percobaan pengolahan,  studi kelayakan, studi amdal
d.  Rencana biaya yang akan dikeluarkan pada tahap studi kelayakan
e.  jadwal pelaksanaan rencana kegiatan seperti tercantum pada  tahap studi kelayakan;
Pasal 41
1)        Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melakukan evaluasi terhadap  Laporan Eksplorasi Lengkap,  laporan RKAB dan RKTTL  sebagaimana dimaksud pada pasal 12 ayat (2) dan (3), dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak diterimanya laporan.
2)        Apabila  dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak diterimanya  laporan tidak ada tanggapan atas Laporan Eksplorasi Lengkap,  RKAB  dan RKTTL  sebagaimana dimaksud ayat (1), oleh pemberi izin, maka laporan tersebut dianggap memadai dan pemegang IUP dapat melanjutkan kegiatan ke tahap studi kelayakan. 
Pasal 42
1)        Pemegang IUP Eksplorasi yang telah selesai melakukan tahap kegiatan studi kelayakan pada sebagian/seluruh WIUP nya, atau   dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan sebelum tanggal berakhir masa berlakunya IUP  Eksplorasi,  wajib menyampaikan laporan studi kelayakan dan laporan studi AMDAL,  Laporan  Rencana Reklamasi, Laporan Rencana Penutupan tambang,  untuk dipresentasikan dan mendapat persetujuan dari  Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota sesuai kewenangannya atau instansi yang berwenang, 
2)        Presentasi hasil studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dihadiri wakil dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
3)        Dalam hal wakil dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak hadir, dapat diwakilkan pada pemerintah provinsi.
Pasal  43
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya harus menerbitkan  surat persetujuan  hasil  evaluasi Laporan  Studi Kelayakan, AMDAL, Rencana Reklamasi, Rencana Penutupan Tambang, yang disampaikan pemegang IUP  Eksplorasi dalam jangka waktu  paling lama 14 (empat belas)  hari kerja sejak  laporan  dinyatakan lengkap dan benar.

c)      PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR          TAHUN 2011 TENTANG  PEDOMAN PERIZINAN KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERAL LOGAM DAN BATUBARA  Paragraf 3 Pasal 50 sampai Pasal 52
Pasal 50
1)      Dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak berakhirnya  tahap kegiatan  eksplorasi, atau pada setiap saat, pemegang IUP/IUPK  Eksplorasi  mineral logam atau  batubara  dapat melakukan tahapan kegiatan studi kelayakan  pada sebagian atau seluruh WIUP/WIUPK-nya setelah menyampaikan dan disetujuinya laporan eksplorasi lengkap dan laporan RKAB tahap studi kelayakan oleh pemberi izin.
2)      Kegiatan tahap studi kelayakan sebagaimana dimaksud  pada ayat (1) meliputi antara lain: in fill drilling, pembuatan terowongan eksplorasi, uji metalurgi dan/atau pengolahan, studi geotekenik, geohidrologi, studi kelayakan, studi AMDAL uji penambangan  dan peralatan tambang, perhitungan cadangan dan perencanaan tambang. 
3)      RKAB  studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun sesuai peraturan perundang-undangan, antara lain memuat :
a.  kegiatan eksplorasi yang telah dilakukan dan  hasil eksplorasi yang diperoleh;
b.  realisasi pengeluaran biaya yang telah dikeluarkan;
c.  rencana kegiatan pada tahap studi kelayakan;
d.  rencana  biaya yang akan dikeluarkan pada tahap studi kelayakan; dan
e.  jadwal  pelaksanaan rencana kegiatan seperti tercantum pada  tahap studi kelayakan.
Pasal 51
1)      Pemegang IUP/IUPK Eksplorasi yang telah selesai melakukan tahap kegiatan studi kelayakan pada sebagian  atau  seluruh WIUP/WIUPK-nya, atau  dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan sebelum tanggal berakhir masa berlakunya IUP/IUPK  Eksplorasi, wajib menyampaikan laporan studi kelayakan  termasuk laporan  studi AMDAL, untuk dipresentasikan dan mendapat persetujuan dari Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota sesuai kewenangannya atau instansi yang berwenang. 
2)      Laporan  kegiatan  studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup antara lain informasi mengenai: 
a)       hasil penyelidikan geologi yang mendalam dan pembuktian endapan-endapan bijih dalam WIUP/WIUPK  termasuk cadangan-cadangan bijih  atau  batubara yang terukur, terunjuk, dan terkira sepanjang diperlukan bagi kelayakan ekonomis daripada pengusahaan untuk dipertimbangkan dan pengujian-pengujian serta pengambilan contoh endapan-endapan yang bernilai tersebut sesuai dengan rencana kerja yang telah disetujui;
b)       hasil  pengamatan dan informasi yang terinci mengenai lokasi untuk kegiatan operasi  produksi  yang termasuk dalam pengusahaan berikut penyiapan peta-peta dan gambar-gambar yang berhubungan dengan mengenai lokasi-lokasi tersebut;
c)       hasil  studi kelayakan teknis dan ekonomis mengenai penambangan, pengangkutan, pemuatan dan pengapalan bijih/batubara, konsentrat-konsentrat dan hasil dalam bentuk lain dari WIUP/WIUPK, termasuk penyelidikan teknis tentang kemungkinan lokasi pelabuhan, jalan-jalan penghubung dari tambang ke pelabuhan sungai dan cara pengangkutan lain yang cocok;
d)      hasil  penyelidikan tentang setiap kemungkinan pengaruh pengangkutan dengan menggunakan tongkang atau kapal;
e)       hasil  penyelidikan tentang lokasi dan rancang bangun lapangan  terbang dan termasuk fasilitas pelabuhan dan pendaratan, apabila dianggap perlu;  
f)        penyelidikan dan perencanaan bagi pengembangan suatu yang berhubungan dengan kemungkinan tetap yang sesuai, termasuk rancang bangun fasilitas perumahan dan fasilitas sosial, kebudayaan dan kemasyarakatan sejauh diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mungkin berkembang akibat kegiatan-kegiatan perusahaan dalam waktu 5 (lima) tahun setelah dimulainya periode operasi;
g)       hasil studi tentang kebutuhan tenaga kerja dimeudian hari untuk pengusahaan dengan memperkirakan jenis dan lamanya pelatihan yang diperlukan untuk menjamin penggantian tenaga kerja asing oleh tenaga kerja Indonesia dana penggunaan tenaga kerja setempat semaksimal mungkin sejalan dengan operasi yang  aman dan efisien dari pengusahaan;
h)       hasil  studi  dampak fisik mengenai pengaruh yang akan timbul terhadap lingkungan hidup sebagai akibat kegiatan pengusahaan, studi tersebut akan dilakukan dengan berkonsultasi dengan konsultan independen yang memenuhi persyaratan;
i)         hasil  penyelidikan tentang jumlah dan jenis usaha setempat yang mungkin diperlukan untuk melayani kebutuhan pengusahaan dan pemukiman tetap yang mungkin berkembang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun setelah dimulainya kegiatan operasi produksi;
j)         penelitian  metalurgi dan pemasaran untuk menentukan kemampuan hasil perolehan mineral dan penjualannya serta kontrak penjualannya;
k)       penelitian  pemasaran untuk menentukan kemampuan hasil perolehan batubara dan kemungkinan penjualan batubara yang telah ditingkatkan mutunya serta persyaratan kontrak yang sesuai terhadap produk yang dapa dijual;
l)         hasil  penyelidikan pendahuluan tentang kelayakan mendirikan fasilitas  pengolahan  dan pemurnian, yang cukup untuk memperkirakan modal dan biaya operasi serta kemungkinan sumber tenaga listrik yang diperlukan dikemudian hari;
m)     hasil  analisa keuangan yang menyeluruh, berdasrakan kriteria yang tepat untuk suatu usaha pertambangan, atas aliran kas (cash flow) yang prospek dan tingkat pengembalian (rate of return) dari pengusahaan; 
n)       hasil  penyelidikan tentang fasilitas penyediaan air yang sesuai untuk keperluan usaha pertambangan, industri, dan pemukiman tetap; dan
o)       hasil studi AMDAL atau UKL-UPL yang telah disetujui oleh instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
p)       Presentasi hasil studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dihadiri wakil dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dinas teknis pemerintah provinsi, dan dinas teknis  pemerintah kabupaten/kota  yang membidangi pertambangan mineral dan batubara.
q)       Dalam hal wakil dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak hadir, dapat diwakilkan pada dinas teknis pemerintah provinsi yang membidangi pertambangan mineral dan batubara. 
Pasal 52
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya harus menerbitkan surat persetujuan hasil evaluasi Laporan  kegiatan  Studi Kelayakan termasuk AMDAL/UKL-UPL  yang disampaikan pemegang IUP Eksplorasi dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak laporan dinyatakan lengkap dan benar.
d)     LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL :3 November  2000 Tentang PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN, EKSPLOITASI DAN PRODUKSI
A . Format Laporan Studi Kelayakan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I : PENDAHULUAN
1 . Latar Belakang
2 . Maksud dan Tujuan
3 . Ruang Lingkup dan Metode Studi
4 . Pelaksana Studi
5 . Jadwal Waktu Studi
BAB II : KEADAAN UMUM
1 . Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa Pertambangan (KP), Kontrak Karya
(KK), Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon.
2 . Kesampaian Daerah dan Sarana Perhubungan Setempat
3 .Keadaan Lingkungan Daerah,Penduduk, Mata PencaharianPenduduk, Keadaan Flora, Fauna,Iklim, Sosial Ekonomi dan lain-lain
4 . Topografi dan Morfologi
BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN
1 . Geologi
a . Litologi
b . struktur
c . Geoteknik
2 . Keadaan  Endapan
a . Bentuk dan Penyebaran Endapan
b . Sifat dan Kualitas Endapan
c . Cadangan
1)   Cara Perhitungan Cadangan
2) Klasifikasi dan Jumlah Cadangan (insitu, miniable, marketable, dilengkapi dengan perhitungan stripping ratio dan cut off grade)
BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN
1. Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan a l i r )
2 . Tahapan kegiatan Penambangan (termasuk penanganan tanah penutup)
3 . Rencana Produksi (kuantitas, kualitas, cut off grade, stripping r a t i o )
4 . Peralatan (jenis, jumlah dan kapasitas)
5 . Jadwal Rencana  Produksi dan Umur Tambang
6. Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah, belum ekonomis masa sekarang)
7 . Rencana Pemanfaatan Bahan Galian dan Mineral Ikutan
8 . Rencana Penanganan/Perlakuan Sisa Cadangan pada Pasca Tambang.
BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN
1 . Studi/Percobaan Pengolahan/ Pemurnian
2 . Tatacara Pengolahan dan Pemurnian
a . Tahapan Pengolahan
b . Bagan Alir
c . Recovery Pengolahan
3 . Peralatan Pengolahan (jenis, jumlah dan kapasitas)
4 . Hasil Pengolahan dan Rencana Pemanfaatan Mineral Ikutan
5 . Jenis, Jumlah, Kualitas Hasil Pengolahan dan Tailing
BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN
1 . Tata Cara
2 . Peralatan (jenis, jumlah, kapasitas)
BAB VII : LINGKUNGAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
1 . Lingkungan (mengacu kepada dokumen Amdal atau UKL dan UPL)
a . Dampak kegiatan (tambang, pengolahan dan sarana penunjang).
b . Pengelolaan lingkungan
1 ) Pengelolaan limbah (tambang, pengolahan dan sarana penunjang).
2) Rencana  Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang.
3 ) Penanganan Air Asam Tambang (kalau ada).
c . Pemantauan Lingkungan
2 . Keselamatan dan Kesehatan Kerja
a . Organisasi
b . Peralatan
c . Langkah-langkah pelaksanaan K-3 Pertambangan
d . Rencana Penggunaan dan Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya.
BAB VIII : LINGKUNGAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
1. Bagan Organisasi
2. Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja Tetap dan Tidak Tetap  dalam Bentuk Tabel
3. Tingkat Gaji dan Upah
4. Sistem Kerja (kontrak, borongan dan lain-lain).
BAB IX : PEMASARAN
1 . Bagan Organisasi
2 . ProspekPemasaran
a . Dalam Negeri
b . Luar Negeri
BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS
KELAYAKAN
1 . Investasi
a . Modal Tetap
1) Pengurusan perizinan dan eksplorasi
2) Pembebasan Lahan
3) Konstruksi atau Rekayasa
4) Peralatan (penambangan, pengolahan, pegangkutan dan lain-lain).
b . Modal Kerja
c . Sumber Dana
2 . Analisis Kelayakan
a .Biaya Produksi (termasuk biaya pengelolaan  dan pemantauan lingkungan K-3)
b . Pendapatan Penjualan
c . “Cash Flow” (aliran uang tunai)
d . Perhitungan “Discounted Cash Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR).
e . Perhitungan “Break Even Point” (BEP)
f . Waktu Pengembalian Modal
g . Analisa Kepekaan dan Resiko
BAB XI : KESIMPULAN
Memuat secara ringkas hal-hal sebagai berikut :
ˆ   Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi
ˆ   Cadangan (“in situ”, miniable”, “marketabel”)
ˆ   Rencana Penambangan (tata cara dan sistem)
ˆ   Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau ada ) .
ˆ   Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang.
ˆ   Rencana pemasaran dan harga jual.
ˆ   Investasi yang diperlukan  termasuk modal kerja dan sumber dana.
ˆ   Hasil analisis kelayakan
ˆ   Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh)
ˆ   Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan
ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain.
LAMPIRAN
1 . Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke tahap Eksploitasi dan sekitarnya, skala 1 : 10.000
2 . Peta topografi detail daerah tambang dan sekitarnya, skala minimum 1 : 2.000
3 . Peta penyebaran cadangan dan kualitas, skala minimum 1 : 2.000
4 . Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala  1: 10.000, yang memuat :
a . Kontur topografi
b . Penyebaran bahan galian
c . Bangunan-bangunan penting
d . Batas wilayah eksploitasi
e . Jalan, Perkampungan. “stock pile”, lokasi pencucian dan pengolahan.
f .Lokasi timbunan waste, tailing dan bahan galian yang belum dapat dipasarkan.
g . Indeks peta rencana pertambangan
h . Dan sebagainya
5 . Peta rencana  penambangan dan reklamasi, minimal skala 1 : 2.0000, menggambarkan :
a . Tahapan dan blok-blok yang akan ditambang
b . Tahapan dan blok wilayah yang akan direklamasi per tahun
c . Jalan tambang
d . Lokasi timbunan waste, tailing dan mineral ikutan  serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan
6 . Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk peta, penampang, gambar 3 dimensi, sketsa, bagan

1 komentar:

{ Rudy Noviady } at: 30 April 2013 00.58 mengatakan...

Kalau ada contoh laporan FS tambang akan lebih bagus. Terima Kasih.

Poskan Komentar